Hikmah Manggis

Manggis memiliki buah dengan kulit ungu tua yang tidak menarik…Namun tetap disukai karena isinya putih dengan rasa yang manis yang luar biasa.. Bedak dan riasan tidak kan pernah mampu merubah diri kita..hanya sekedar menutupi kekurangan lahir…kenapa kita tidak berorientasi pada karakter bathin kita yang sejati…membangun, memperindah dan membuktikannya pada orang lain

(4 Agustus 2009, Mohammad Ichlas EL Qudsi)

Dalam bahasa anak-anak sekarang “BMW” alias bodi mengalahi wajah atau “tipuan kesing”. Ungkapan seperti ini, sering keluar dari mulut ABG saat ini, bila melihat gadis seksi, tapi tidak ditunjangi oleh raut muka yang ayu kemayu atau cantik jelita. Namun kali ini, istilah BMW itu, kita pelintirkan menjadi WMS, alias wajah mengalahi sifat. Maksud dari perbendaharaan istilah yang kedua ini adalah, sifat atau karakter seseorang, jauh lebih penting dari fisik atau kemasan luar lainnya.

Namun saat ini, demi kemoderenan, orang sering memprioritaskan tampilan dari pada isi. Atau lebih memprioritaskan kecantikan/ketampanan dari pada isi kepala. Meminjam istilahnya Nurcholis Majid (almarhum), orang sering terjebak pada kulit luar dari pada isi. Hal semacam ini sering pula kita lihat pada klaim modernitas. Masyarakat saat ini, suka berfantasi dengan klaim modernitas yang barat-sentris.

Dikiranya semua yang berbau barat (western) adalah modernitas itu sendiri. Dengan demikian, berame-rame manusia seantero Indonesia, merubah gaya hidup (life stayle) dan orientasi nilainya, demi menggapai predikat modernisme. Dulunya minum “teh Sari Wangi”, dirubah pola minumnya dengan mengonsumsi coca-cola, bir, wine, anggur dan ragam minuman alkohol lainnya.

Tadinya makan “pisang goreng”, dirubah menjadi sering makan di KFC, Kentaki, McDonald, hot dog, pitza dan jenis makanan impor lainnya. Semua ini dilakukan, demi klaim modernisme yang sifatnya outside view. Dalam pola berpakaian pun demikian, dari kebaya, daster dan pakaian-pakaian yang lebih berbudaya, dialihkan ke cuma bekini, short skirt dan bahkan ada yang setengah bugil di ruang publik. Dalihnya adalah “ala barat” biar terlihat moderen.

Peradaban modernisme yang positivistik, cenderung menggoda manusia dengan tampilan luar. Semua ini dilakukan untuk memuluskan doktrin kapital-materialisme yang berorientasi pasar. Betapa tidak, pola-pola yang telah disebutkan sebelumnya, merupakan bagian dari suplemen pasar yang sering menipu manusia. Apalagi pelengkap-pelengkap modernisme itu, ditampilkan dengan kemasan iklan dan rekayasa visual yang menohok nafsu shopping bagi yang bersahwat pada tampilan eksklusif. Iklan-iklan itu mampu mempersuasi manusia, hingga tak berdaya dan takluk di bawah telapak kaki simbol dan kemasan.

Karakter lebih penting

Di tengah gegap-gempita ketertipuan masyarakat moderen pada “budaya mementingkan tampilan dari pada isi dan karaketr itu”, rasanya perlu kita luruskan, bahwa dalam hal apapun, substansi jauh lebih penting. Seseorang dengan tampilan yang mentereng, berlagak ala borju, sepatu dari Paris, celana impor dari Itali, makanannya keju dan burger, tapi jauh lebih penting, bila memiliki karakter yang baik, sopan, santun, ramah, bersahaja, jujur dan adil terhadap sesama.

Pesan itulah yang terimplisit dalam kata-kata hikmah di atas “Manggis memiliki buah dengan kulit ungu tua yang tidak menarik…Namun tetap disukai karena isinya putih dengan rasa yang manis yang luar biasa.. Bedak dan riasan tidak kan pernah mampu merubah diri kita..hanya sekedar menutupi kekurangan lahir…kenapa kita tidak berorientasi pada karakter bathin kita yang sejati…membangun, memperindah dan membuktikannya pada orang lain”. Kesimpulan yang dapat kita petik dari hikmah ini adalah, kemulian hidup seseorang, tidak dilihat dari tampilan luarnya, baik gaya hidup, kelas sosial dan kemewahan yang bersifat fisicly lainnya. Akan tetapi, kemuliaan hidup terletak pada karakter yang baik (akhlaqul karimah).

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.